Cinta Kaya & Sukses
Dahulu kala di desa terpencil, ada sebuah rumah yang mempunyai halaman depan yang cukup luas. Rumah tersebut dihuni oleh pasangan suami istri (Lukman dan Rini ) dan seorang anak perempuan (Nur Aisyah) yang berusia 15 tahun. Keluarga tersebut adalah keluarga yang sederhana. Lukman setiap pagi berangkat ke sawah untuk membajak sawah. Saat sore hari kadang lukman tak langsung pulang tetapi ia masuk hutan dulu untuk mencari kayu bakar. Sedangkan rini adalah seorang penjahit. Walaupun hidup mereka serba kecukupan namun keluarga tersebut tidak pernah sombong terhadap orang sekitar. Mekera terkenal sebagai keluarga yang dermawan. Tak jarang pengemis yang terkadang mampir di halaman rumahnya untuk istirahat atau meminta-minta di ajak makan bersama keluarga tersebut.
Kasih Sayang Seorang Ibu
Suaminya sudah lama meninggal karena sakit
Sang ibu sering kali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya.
Anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam dan banyak lagi
Ibu itu sering menangis meratapi nasibnya yang malang, Namun ia sering berdoa memohon kepada Tuhan: “Tuhan tolong sadarkan anakku yang kusayangi, supaya tidak berbuat dosa lagi
Aku sudah tua dan ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati”
Namun semakin lama si anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya, sudah sangat sering ia keluar masuk penjara karena kejahatan yang dilakukannya
Liat video ini..
Video yang berisi untuk mengajarkan kita jangan pernah takut dengan diri kita sendiri,
Jangan pernah malu, takut untuk di remehkan atau direndahkan oleh orang lain.
Buktikan kepada mereka bahwa KITA BISA!!
Arti Sebuah Kesempurnaan
Seorang lelaki yang sangat tampan dan sempurna merasa bahwa Tuhan pasti menciptakan seorang perempuan yg sangat cantik dan sempurna pula untuk jodohnya. Karena itu ia pergi berkeliling untuk mencari jodohnya. Kemudian sampailah ia disebuah desa. Ia bertemu dengan seorang petani yg memiliki 3 anak perempuan dan semuanya sangat cantik. Lelaki tersebut menemui bapak petani dan mengatakan bahwa ia ingin mengawini salah satu anaknya tapi bingung; mana yang paling sempurna.
Sang Petani menganjurkan untuk mengencani mereka satu persatu dan si Lelaki setuju. Hari pertama ia pergi berduaan dengan anak pertama. Ketika pulang,ia berkata kepada bapak Petani,”Anak pertama bapak memiliki satu cacat kecil, yaitu jempol kaki kirinya lebih kecil dari jempol kanan.”
Hari berikutnya ia pergi dengan anak yang kedua dan ketika pulang dia berkata,”Anak kedua bapak juga punya cacat yang sebenarnya sangat kecil yaitu agak juling.”







